Archive for July, 2011

Megawati Minta Syahrul-Ilham Perhatikan PDIP

MAKASSAR-CAKRAWALA ONLINE-Momen kebersamaan antara Syahrul Yasin Limpo dan Ilham Arief Sirajuddin terjalin di acara PDIP, kemarin. Saat itu Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri berada di kota ini.
Mega hadir untuk meresmikan gedung sekretariat bersama tiga orsat PDIP Sulsel, yakni Baitul Muslim Indonesia, Badan Advokasi Hukum dan Badan Penanggulangan Bencana PDIP Sulsel. Selain itu, juga membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PDIP Sulsel.
Megawati yang tiba bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP Cahyo Kumolo, Dr Hamka Haq serta belasan rombongan fungsionaris PDIP pusat disambut Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di bandara internasional Sultan Hasanuddin serta Ketua DPD PDIP Sulsel, HZB Palaguna.
Megawati dan pengurus lainnya dijadwalkan tiba di Makassar pukul 14.00. Namun molor sampai pukul 16.30 Wita. Rombongan disambut anggaru saat memasuki sekretariat PDIP Sulsel di Kompleks Recing Centre.
Dalam sambutannya, mantan Presiden RI ini meminta kepada Syahrul dan Ilham memberikan perhaian kepada PDIP. ”Karena Pak Syahrul tampil menjadi pemenang pada pilgub 2009 lalu tidak terlepas dari peran PDIP yang mengusungnya,” kata Megawati mengingatkan.
Harapan yang sama ditujukan kepada Ilham. Sebab Ilham terpilih menjadi walikota dalam pilwali 2008 lalu yang salah satu partai pengusungnya adalah PDIP.
Ketua DPD PDIP Sulsel HZB Palaguna yang memberikan sambutan penerimaan sempat curhat di Megawati V atas hasil pemilu legislatif tahun 2009 lalu. Dihadapan putri sulung Presiden RI pertama ini Palaguna menyebut kecewa karena dicurangi, hingga tidak meloloskan kader PDIP ke Senayan. Bahkan legilator Sulsel pada pemilu sebelumnya yang berjumlah enam orang, kini tinggal tiga orang di DPRD Sulsel.
Dalam kesempatan itu mantan Gubernur Sulsel ini kembali membakar semangat kader PDIP Sulsel untuk melakukan perlawanan atas ketidakadilan dan ketidakjujuran pelaksana pemilu mendatang. “Kita lawan. Ewako,” kata mantan Pangdam VII/Wirabuana ini.
Sebelum megawati tampil memberikan arahan, Walikota Ilham Arief Sirajuddin tiba di lokasi dan disambut Syahrul dan HZB Palaguna. (REDAKSI SULAWESI )

PERAMPOK BANK DI TEMBAK SAAT DI SERGAP

MAKASSAR-CAKRAWALA ONLINE-Delapan kali lolos dari sergapan aparat, Syarifuddin Dg La’lang, pria yang diduga menjadi kaki tangan komplotan perampok bank, akhirnya dibekuk aparat Polrestabes Makassar, di rumahnya di Desa Toko, Kecamatan Talamatea, Kabupaten Jeneponto, Jumat (29/7) dini hari. Dg La’lang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 2010 lalu dilumpuhkan dengan timah panas.
Ia ditembak di bagian kaki, karena berusaha lari saat hendak disergap. Dg La’lang punya serentetan kasus krimanal di Makassar.
Ia diduga termasuk anggota kawanan perampok bank yang juga pernah terlibat penculikan dan pemerkosaan di Jeneponto. Polisi mengonfirmasikan, Dg La’lang adalah eksekutor lapangan beberapa aksi kejahatan.
Bulan lalu, dua anggota kawanan ini juga diringkus polisi.
Sesuai catatan kepolisian, tersangka telah melakukan aksi kejahatannya di Kota Makassar sebanyak delapan kali. Lima lainnya dilakukan di beberapa daerah yakni, Barru, Parepare, Sidrap, Pinrang dan Pangkep.
“Tersangka merupakan salah seorang komplotan penculik dan perampok nasabah bank yang sudah lama dicari. Ini pengembangan dari tersangka lainnya yang sebelumnya sudah kami tangkap,” ujar Kepala Unit Resmob Polrestabes Makassar AKP Ahmad Mariadi, Jumat (29/7).
Dijelaskan, sebelum menangkap Dg La’lang, tim gabungan unit Khusus Polda Sulawesi Selatan bersama Polrestabes Makassar, menangkap Bripka Ha, oknum anggota Polres Jeneponto, di sebuah rumah di Jalan Sultan Alauddin, Makassar, awal Juli lalu. Bripka Ha, diduga terlibat dalam jaringan perampokan dan penculik lintas daerah.
Bersama Ha, juga diringkus seorang anggota komplotan lainnya bernama Husri Wijaya (32). Husri terpaksa ditembak di betis kirinya saat itu lantaran menyerang petugas saat disergap.
Menurut aparat, kedua orang itu disebut-sebut sebagai aktor intelektual aksi perampokan antardaerah di beberapa tempat di wilayah Sulsel. Dalam beraksi, mereka tidak segan-segan melukai korbannya.
Bahkan ada beberapa korban disekap dan diperkosa tersangka. Berawal dari penangkapan itu, polisi pun melakukan pengembangan.
“Akhirnya kami mendapatkan informasi jika jaringan lainnya adalah Syarifuddin Dg La’lang dan berada di Jeneponto,” ungkap Ahmad Mariadi.
Setelah melakukan pengintaian, Syarifuddin kemudian didapati di rumahnya di Desa Toko, Kecamatan Talamatea, Kabupaten Jeneponto. Saat akan diringkus, pria itu mengeluarkan badik dan menyerang polisi.
“Kami terpaksa menembaknya karena berusaha menyerang petugas. Akhirnya tersangka berhasil diringkus bersama badik sebagai barang bukti,” tandasnya lagi.
Dg La’lang kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis.
Sementara itu, Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Himawan Sugeha, mengatakan, tersangka merupakan salah satu komplotan penculikan dan pemerasan. Tersangka juga kerap memeras keluarga korbannya untuk meminta tebusan.
“Tersangka terpaksa ditembak betis sebelah kanannya karena saat akan melawan dan melarikan diri. Dia itu merupakan buronan kepolisian Polrestabes Makassar, dalam kasus penculikan, pemerasan, pemerkosaan, bahkan terlibat dalam kasus pembobolan ATM di Makassar,” tandasnya.
Pihak kepolisian, kata dia, masih mengejar seorang komplotannya bernama Ramli. “Kita masih terus mengembangkan kasus ini. Termasuk masih mencari seorang tersangka lainnya,” ujar Himawan. (REDAKSI SULAWESI )

POLRES ENREKANG AMANKAN DUA TERSANGKA PEMBUNUHAN

ENREKANG-CAKRAWALA ONLINE.Tidak sampai satu minggu, dua tersangka penikaman yang menewaskan Asis (40) warga Kampung Pisian, Desa Baroko, Kecamatan Baroko, Senin (25/7) lalu, berhasil diamankan oleh Satreskrim Polres Enrekang Jumat (29/7). Kedua adalah Pallullu dan Komaruddin.
Kasat Reskrim Polres Enrekang, AKP Andi Asdar, mengatakan, tersangka pembunuhan Asis diringkus Jumat (29/7) di Desa Baroko, Kecamatan Baroko. “Pallullu kita temukan di kampungnya. Jadi sudah dua kita tahan yakni Komaruddin dan Pallullu,” ujar AKP Andi Asdar, saat ditemui di kantornya, Jumat (29/7).
Sementara istri korban Hawasi mengatakan jika pihaknya tidak akan tinggal diam sebelum pembunuh suaminya ditangkap. Pihaknya berharap agar keduanya diberikan sanksi yang setimpal. “Saya bukannya puas kalau ditangkap itu pelakunya, biar bagaimana pun saya tidak terima atas pembunuhan suami saya,” kata Hawasi saat ditemui di kediamannya.
Hawasi menambahkan jika dirinya tidak akan percaya jika hanya dari pihak kepolisian yang menyampaikan. “Saya tidak percaya kalau polisi bilang ditangkap,” ungkapnya sembari menambahkan jika pihaknya akan percaya jika informasi itu dilihatnya di media. “Saya mau lihat dia di koran, apa benar sudah ditangkap. Kemarin di BKM, baru Komaruddin yang ditangkap. Sedangkan Pallullu tidak ditangkap,” jelasnya.(Redaksi Sulawesi )

JELANG PUASA,PENJUALAN AYAM MENINGKAT

SOPPENG-CAKRAWALA ONLINE- Akhir-akhir ini firus flu burung menjangkit wilayah kabupaten soppeng.Tidak tanggung-tanggung Ribuan ekor ayam mati mendadak.Tapi satu hari menjelang puasa, kebutuhan rumah tangga terhadap ayam meningkat tajam. Ayam potong menjadi incaran ibu-ibu rumah tangga memasuki puasa pertama yang diperkirakan jatuh Senin lusa. Pasar-pasar tradisional yang menjual ayam panen pembeli.Naiknya penjualan ayam di pasaran diakui salah seorang penjual ayam di Pasar sentral soppeng. Pekan lalu ayam yang dijual biasanya cuma laku 20-30 ekor per hari. Tetapi semakin mendekati puasa, sudah melonjak 50 ekor perhari. Banyak pembeli yang ingin merasakan sahur pertama dengan menu ayam.”Begitu memang kalau menjelang bulan puasa. Selalu banyak yang cari ayam. Rata-rata mereka mau sahur pertama makan ayam,” kata salah seorang pedagan saat ditemui di Pasar sentral soppeng, tadi pagi sabtu 30 Juli.Selain ayam, telur dan beras ketan juga diminati pembeli. Umumnya pembeli mencari telur dan beras untuk dibuat songkolo. “Sejak Senin lalu orang-orang beli telur dan beras ketan. Mereka buat acara sebelum datang bulan puasa,” kata ibu bulan.Secara umum stok sembako di Pasar sentral soppeng relatif aman. Ridwan,salah satu pemilik Toko mengatakan stok barang di tempatnya untuk satu minggu ke depan, aman. Hanya gula yang kurang stok karena setiap kali memesan pasti tidak sesuai yang dipesan.”Biasanya kami pesan 10-15 karung tetapi yang dikasi malah dibawahnya,” KatanyaJadi kalau masalah penimbunan barang tidak mungkin kami lakukan sebab kenaikan sembako bukan cuma pembeli yang dirugikan tetapi pedagang juga rugi karena harus menambah modal. “Kalau bisa pemerintah langsung turun ke lapangan supaya mengetahui siapa yang menimbun sekalian melihat stok sembako di Pasar sentral ini,” kata Ridwan.Di Pasar Tajuncu juga penjual ayam meraup untung dibanding hari-hari biasanya. Sufri,salah satu penjual ayam mengaku permintaan konsumen terhadap ayam meningkat. Pada hari biasa hanya bisa terjual dua sampai tiga ekor per hari, jelang Ramadan mencapai sepuluh ekor per hari. “Rata-rata pembeli dua atau tiga ekor,” kata sufri. Nursiah salah seorang pembeli disana yang mengaku tidak berlebihan jika hari pertama disambut dengan menyantap makanan khas Ramadan. “Mau beli beras ketan sama gula merah. Mau bikin “palopo”. Ini kan datangnya cuma satu kali satu tahun,” ungkapnya.Begitu pula Wahida. Ibu rumah tangga ini mengaku sudah menjadi tradisi dalam keluarganya menyambut hari pertama Ramadan dengan menggelar acara makan bersama. “Ini sudah tradisi keluarga kami,” katanya.(Redaksi Sulawesi )

Ocheng Cs Belum Ditangkap,Polres Wajo Dinilai Setengah Hati

SENGKANG, CAKRAWALA ONLINE– Para pelaku pengeroyokan wartawan Harian Pare Pos di Kabupaten Wajo, belum ditangkap oleh aparat kepolisian. Hingga hari ketiga pasca pengeroyokan, Jumat, 29 Juli, Ocheng cs masih bebas berkeliaran.

Tim Polsek Tempe dan Tim Buser Polres berdalih, masih melakukan pencarian terhadap pelaku. Namun, lambannya penangkapan menuai sorotan dari berbagai pihak tentang kinerja kepolisian dalam penegakan hukum di daerah ini. Bahkan polisi dinilai setengah hati mengungkap kasus ini.Sekretaris Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lamaddukelleng Sengkang, Andi Bau Mallarangeng mengatakan, di setiap ada kejadian, polisi memang sangat susah menangkap tersangka karena itu terkait dengan kinerjannya yang patut dipertanyakan. Apalagi kasus penganiayaan seperti ini, jika pelakunya tidak ditangkap sangat meresahkan masyarakat. Dan ini bisa menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap kepolisian.Disinggung mengenai hubungan antara SDM yang minim dengan kinerja pihak kepolisian, Andi Bau Mallarangeng mengaku kendalanya bukan pada persoalan sumber daya manusia. Alasan SDM polisi sudah tidak diragukan lagi karena mereka memiliki standar-standar pendidikan untuk menduduki jabatan tertentu. Persoalannya, kata dia, apakah mereka mau menegakkan aturan hukum atau tidak. Misalnya saja, dari beberapa kasus yang pernah terjadi sebelumnya, tidak ada tindakan nyata yang dilakukan kepolisian, sehingga kesan yang terbangun kepolisian kurang tegas.”Saya melihat mungkin ada kendala-kendala yang dihadapi oleh polisi sehingga sulit menangkap orang yang melakukan penganiayaan. Ataukah memang ada hal-hal yang tidak kentara di permukaan sehingga dia mengalami kesulitan untuk melakukan penangkapan tapi kendala bukan persoala SDM.tapi kemauan untuk melakukan prosedur hukum itu yang minim. Jangan sampai juga ada faktor di luar hukum yang mempengaruhi sehingga lamban menyelesaikan masalah tersebut karena hukum itu dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk faktor kekuasaan, kekerabatan dan keuangan. Kalau orang tidak sungguh-sungguh menjalankan proses hukum, otomatis sulit menegakkan hukum karena persoalan faktor yang tadi,” kritiknya.Sementara itu, Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kabupaten Wajo, Rukman Nawawi mengatakan, apa pun motifnya, yang jelas pengeroyokan atau main hakim sendiri itu adalah perbuatan pidana dan itu harus diproses secara hokum. Dia juga mendesak agar kepolisian bisa bekerja profesional untuk menangkap pelaku dan menuntaskan kasus tersebut.

Rukman menilai,polisi terkesan lamban dalam mengejar pelaku pengeroyokan tersebut, sebab sampai kemarin belum ada titik terang yang didapatkan terkait keberadaan pelaku.Wakapolres Wajo, Kompol Zainal Bustar yang dihubungi mengatakan perkembangan terakhir pelaku masih dalam pengejaran tim Polsek Tempe dibantu personel Buser Polres Wajo. Menurut dia, pihaknya sudah mendatangi rumah keluarga dekatnya maupun istrinya namun pelaku tidak berada di tempat. Pihak keluarga pun mengaku belum mendapat informasi terkait keberadaan korban. Sehingga dari pengakuan tersebut, polisi menduga pelaku bersembunyi di rumah rekannya.Mantan Kabag Ops Polres Wajo ini juga berharap bantuan dari masyarakat agar melaporkan ke polres jika mengetahui keberadaan pelaku. “Kalau untuk kepastiannya kapan ditangkap itu agak susah ditentukan, karena belum ada informasi yang jelas terkait keberadaan pelaku, sebab, kadang ada informasi yang masuk tapi setelah anggota ke sana, ternyata sudah tidak ada orangnya. Banyak masyarakat juga yang tutup mulut, meski pun mengetahui karena mereka tidak mau jadi saksi,” tandasnya.Mengenai berbagai tudingan miring yang dialamatkan terhadap kinerja kepolisian, Zainal Bustar menolak mentah-mentah tudingan tersebut. Menurut dia, polisi tidak lamban dalam kasus tersebut, karena penangkapan pelaku sisa menunggu waktu saja. “Seandainya kita lamban atau pun setengah-setengah tidak mungkin kita arahkan personel untuk mengejar pelaku dan tentu kita biarkan saja dan tidak merespons. Apalagi, ini pelaku sudah mengetahui bahwa dirinya dikejar polisi pasti sedapat mungkin terus menghindar dan mencari tempat persembunyian yang aman. Tapi, kita tetap maksimal mencari pelaku,” tandasnya.( redaksi sulawesi )

SI Tawarkan 2 Program studi Baru, Mahasiswa Asing kian Berminat

Denpasar-Cakrawala Online : Intitut Seni Indonesia (ISI) kini menawarkan dua program studi baru yang akan di implementasikan dalam lembaga pendidik yang berbasis seni. Program yang telah dicanangkan tersebut kini masih menunggu persetujuan menteri pendidikan RI.  Mengingat semua persyaratan yang telah disaratkan untuk mengajukan program studi baru sudah dipenuhi oleh pihak ISI denpasar. Continue reading “SI Tawarkan 2 Program studi Baru, Mahasiswa Asing kian Berminat” »

Pelayanan Kesehatan Online

Bogor-cakrawalaonline, Bagi warga yang membutuhkan informasi keberadaan rumah sakit dan puskesmas, bisa mengakses situs resmi Dinas Kesehatan Kota Bogor www.dinaskesehatan.kotabogor.go.id Continue reading “Pelayanan Kesehatan Online” »

Rumput Fatimah Berkasiat Dalam Persalinan

Bogor-Cakrawalaonline, Rumput Fatimah( Labisa pumola) banyak ibu Hamil yang percaya akan rendaman tanaman tersbut akan khasiatnya untuk mem[ercepat proses persalinan ( kelahran). saking jarangny untuk mendapatkan Rumput fatimah tersebut,para ibu hamil berburu untuk mendapatkan tanaman berkhasiat ini. Continue reading “Rumput Fatimah Berkasiat Dalam Persalinan” »

Warga Denpasar Antisipasai Serangan DB

Denpasar-Cakrawala Online, Untuk mengantisipasi terjadikanya serangan Demam berdarah  (DB) terhadap warga kota denpasar  pemerintah setempat mencanangkan propgram penanaman pohon liligundi yang berkasyiat untuk mengusir nyamuk aeges aedepty betina sebagai serangga penyebaran DB. Continue reading “Warga Denpasar Antisipasai Serangan DB” »

Walikota Terima Tim Penilai CBAN Propinsi Bali

Denpasar-Cakrawala Online, Dalam rangka meningkatkan upaya pelayanan, Pemerintah Kota Denpasar kedatangan Tim Peniliai Citra Bhakti Abdi Negara (CBAN) Tingkat Propinsi Bali. Tim yang berasal dari gabungan beberapa Instansi, Ilmuwan Dan Komponen Masyarakat dipimpin ketuanya Dewa Md. Indra Kepala  Biro Organisasi Setda Propinsi Bali diterima Wakil Walikota IGN Jaya Negara di ruang Praja Utama Kantor Walikota Denpasar. Continue reading “Walikota Terima Tim Penilai CBAN Propinsi Bali” »

Menu
Live Traffic Feed





Wajib Klik





Sponsor



online counterPhotoblogTop BlogsCheck PageRankPage Rank CheckerPersonal blogs

Ranking Internasional