RATUSAN WARGA DUSUN KRINJING TERISOLIR

Banjarnegara- Cakrawalaonline,-Ratusan warga dusun krinjing,desa petir kecamatan purwonegoro terancam terisolir jika tidak segera di bangun jembatan penghubung dusun krinjing  dengan pusat kota kecamatan,sebab jika musim hujan tiba praktis tidak bisa kemana-mana terutama menuju kantor pemerintahan desa atau menuju pasar  desa yang jaraknya sekitar  10 km karena tidak adanya jembatan penguhubung di sungai klapasawit.

Kedalaman sungai jika musim hujan akibat meluapnya air mencapai 2 meter,sungai dengan lebar sekitar 25 meter ini menghubungkan pusat kantor kelurahan dan juga pasar serta satu-satunya akses jalan menuju kota kecamatan,sehingga jika jembatan tidak segera di bangun roda perekonomian di dusun krinjing praktis lumpuh total.

Sulitnya medan di dusun krinjing yang merupakan desa paling ujung di kabupaten ba njarnegara dan berbatasan dengan kabupaten kebumen ini,membuat masyrakat makin susah untuk menjual hasil bumi mereka,sehingga ongkos transportasi mahal bahkan mencapai dua kali lipat dengan jarak tempuh yang sama dibanding dengan daerah lain,jalan dengan lebar tidak lebih dari dua meter merupakan jalan tanah berlubang sehingga jika berpapasan dengan kendaraan lain salah satu dari mereka harus mengalah dan kendaraan harus berjalan mundur mencari tempat yang agak lebar.

Umunya kendaraan yang mampu melintasi jalan ini adalah jenis truk atau jenis jip,kondisi jalan tanah berlumpur sehingga kalau bukan kendaraan tangguh pasti akan mengalami kesulitan,bahkan tidak menutup kemungkinan akan macet.menurut salah salah satu tokoh masyrakat trisnawireja,jalan ini sejak jaman kolonial belanda belum pernah di aspal mas,beruntung mas bawa mobil jeep jadi bisa kesini,sambil menujukan mobil jenis jeep yang kami bawa.ironis memang sebuah desa yang jaraknya sekitar 30 km dari pusat pemerintahan kota banjarnegara,hingga hampir memasuki penghujung tahun 2011 belum tersentuh pembangunan,sehingga dengan kondisi jalan yang sudah tidak layak masyrakat beraharap banyak kepada bupati yang baru yakni sutejo slamet utomo untuk bisa memperhatikan warga yang berada di dusun krinjing,kondisi jalan yang rusak dan licin serta harus menyebrang sungai,sehingga memaksa tim liputan dari berbagai media untuk menginap di tempat warga,karena hujan deras dan air sungai meluap,meskipun sebagian warga ada yang nekat menyebarngi derasnya sungai dan bahkan bisa mengancam jiwa mereka namun untuk mobil kami tidak mampu menyebarngi,baru keesokan harinya kami pulang.

Bertolak dari itu kepala desa petir kecamatan purwonegoro saat di hubungi di kantornya sedang berada di luar,sehingga belum sempat dimintai keterangan.(kris)




Tulisan Populer

coded by nessus

Leave a Reply

Menu
Live Traffic Feed





Wajib Klik





Sponsor



online counterPhotoblogTop BlogsCheck PageRankPage Rank CheckerPersonal blogs

Ranking Internasional