Warga Miskin Keluhkan Biaya Ganti Darah PMI
Banjarnegara : Cakrawala online-penderitaan warga miskin ternyata tidak pernah usai,berbagai masalah ekonomi,hingga kesehatan selalalu menjadi momok kehidupan yang tidak pernah sirna,sutati(45)warga desa petir Rt 02/03 kecamatan purwonegoro kabupaten banjarnegara menderita penyakit diabetes,setelah di rawat di PKU Muhammadiyah merden dinyatakan kekurangan darah yakni darah yang dibutuhkan darah B,setelah berkoordinasi dengan pihak PKU yang menangani pihak keluarga bingung karena harus menebus darah perkantong 250 ribu,sementara yang dibutuhkan 2 kantong darah,padahal saat itu pasien menggunakan jamkesmas,namun PMI tetep meminta harus menebus 500 ribu untuk dua kantong darah.
rupanya kejadian ini juga banyak dialami oleh pasien lain,dan sosialisasi dari PMI sangat dibutuhkan oleh masyrakat umum karena masyrakat umum taunya untuk permintaan darah tidak ada biayanya,menurut warga para pendonor darah mempunyai misi kemanusiaan,yakni mereka tidak dibayar oleh pihak PMI namun juga semata-,mata misi kemanusiaan.
bertolak dari itu pihak PMI banjarnegara saat dihubungi Cakrawala via telfon membenarkan adanya harga darah perkantong sebesar 250 ribu dengan dalih biaya perawatan darah,namun rupanya masyarakat miskin tidak tau meskipun peraturan itu sudah diterapkan lama dikabupaten banjarnegara.
masyrakat miskin tetap keberatan dengan harga darah yang diterapkan oleh PMI,sehingga berharap banyak kepada pemerintah untuk memberikan solusinya.
sementara sigit darianto warga kelurahan krandegan mendengar kejadian ini bahkan akan mendonorkan darahnya secara langsung kepada pasien,kebetulan golongan darahnya sesuai dengan yang dibutuhkan,karena jika melalui PMI ya nanti pasien suruh mebayar”ya jika diperlukan saya siap mendonorkan darahnya kepada yang membutuhkan ujarnya kepada cakrawala”
kejadian ini ternayata tidak hanya sekali ini,karena sebelumnya juga banyak pasien yang membutuhkan darah harus membayar sesuai ketentuan,namun apa daya karena berkaitan dengan kesehatan sehingga apapun dilakukan oleh pasien yang membutuhkan darah,meski harus mengutang kepada tetaga atau sanak saoudara,potret kehidupan miskin dinegri kita tidak pernah usai,pemerintah harus membuka mata untuk saudara-saudara kita yang benar-benar mengharapkan uluran tangan. (kris)
Tulisan Populer
- Setahun Jalan Longsor Dibiarkan
- PASAR INDUK BANJARNEGARA NYARIS TERBAKAR
- 60 PERSEN DAERAH DI KABUPATEN BANJARNEGARA RAWAN BENCANA
- Jamaah Haji Kloter 66 Tiba di Banjarnegara
- ERMAWATI,S.Pd.MM Ibu Yang Sarat Prestasi (special hari ibu)
Lowongan Wartawan untuk media cetak/online, langsung ditempatkan kabupaten/kota di seluruh Indonesia 



