Desa Aribaya Gelar Ruwat Bumi

Banjarnegara- Cakrawalaonline, Bulan suro bagi masyrakat jawa merupakan bulan yang penuh berkah,terbukti banyak masyrakat yang bermukim dipulau jawa banyak mengadakan ritual sedekah bumi,seperti halnya dukuh pringamba desa aribaya kecamatan pagentan minggu (11/12/11)baru mengadakan ritual ruwat bumi,ritual dimaksud yakni meruat(merawat)bumi dari kotoran agar tercipta kelestarian dibumi dan dijauhkan dari segala bencana.

Desa Aribaya mempunyai leluhur yang bersemayam di gunung pining yang bernama  kyai bramasari,konon ceritanya banyak tanaman warga yang diganggu oleh hama baby hutan,kemudian masyrakat meminta kepada kyai barmasari agar melindungi tanaman warganya dari serangan babi hutan,kemudian kyai bramasari  menyanggupi namun ada syarat yakni harus  datang ke sendang yang berada di atas bukit dan mengambil air suci untuk dibagikan kepada warga desa aribaya,selain itu mbah  juga meminta diadakan pagelaran lengger tayub.

Dari itulah masayrakat aribaya setiap bulan suro selalu mengadakan ruwat bumi dengan mendatangi gunung pining dimana disitu dipercaya tempat mbah kyai bramasari bersemayam dan menghantarkan sesaji dan hasil bumi,selain itu juga mengambil air suci untuk dibagikan kepada warganya.

Menurut sesepuh desa tersebut raban (59)pernah dulu diadakan ritual ruwat bumi namun tidak disuguhkan lengger tayub maka kiyai bramasuri merasuki warga masyrakat agar segera melengkapi acara ritual dengan lengger tayub,bahkan bisa terjadi bencana didesa tersebut jika keinginannya tidak dipenuhi.

Hal senada juga disampaikan kepala desa aribaya karyawan teguh SH,dirinya sangat mendukung apa yang dilakukan warganya,karena merupakan adat turun temurun yang dilakukan oleh masyrakat desa aribaya sehingga harus dilaksanakan tiap tahun dibulan suro meskipun tanggalnya tidak ditentukan namun tetap dilaksankan dalam bulan suro,ujarnya.

Kesurupan

setelah mengadakan ritual di sendang kamulyan di gunung pining,kemudian warga masyrakat dan juga sebagian anak-anak menuju tempat dimana digelar acara lengger tayub,namun dalam perjalanan  rombongan tersebut tiba-tiba puluhan orang mengalami kesurupan masal,kesurupan membuat masyrakat yang melihatnya menjadi iba karena merasuki jiwa anak-anak,suara jerit tangisan sepanjang jalan kampung membuat bulu kuduk merinding namun hal itu sudah biasa karena merupakan roh penunggu sendang kamulyan,menurut ketua panitia suraya,kesurupan tersebut karena dimasuki roh halus yang berada di sendang kamulyan,sementara mereka meminta menari bersama lengger seperti halnya kesukaan kyai bramasari,proses kesurupan masal membuaat repot panitia karena satu persatu yang kesurupan harus menari dengan lengger,padahal lengger hanya ada dua sementara yang kesurupan lebih dari 20 orang dewasa juga anak-anak,meski sudah ada ahli yang mengobati namun jika permintaanya belum dikabulkan yakni menari dengan lengger maka roh yang merasuki belum mau keluar dari tubuh warga,setelah proses kesurupan masal usai kemudian digelar tasyakuran sebagai wujud syukur atas rahmatnya sehingga bumi aribaya menjadi subur loh jinawi.

Acara kemudian digelar dengan tari lengger tayub dan seni kuda kepang dan berlangsung hingga malam hari,hadir pada kesempatan itu unsur muspika dan tokoh masyrakat(kris)




Tulisan Populer

coded by nessus

Leave a Reply

Menu
Live Traffic Feed





Wajib Klik





Sponsor



online counterPhotoblogTop BlogsCheck PageRankPage Rank CheckerPersonal blogs

Ranking Internasional