Bersitegang Penggusuran di Desa Kemiri

Bersitegang Penggusuran di Desa Kemiri


Grobogan – Cakrawalaonline, Hari terakhir penggusuran bangunan liar di sepanjang jalan Desa Kemiri Kecamatan Gubug pada sore tadi Kamis (10/8) suasana sempat mencekam, pasalnya ada beberapa warga yang merasa mempunyai bangunan tersebut bertahan. Hal ini cukup membuat repot sejumlah petugas. Namun berkat pendekatan secara persuasif akhirnya pemilik bangunan tersebut mau di bongkar, tapi dengan sangat terpaksa.

Heri Santoso (37) warga RT 4/1 Desa Kemiri Kecamatan Gubug mengaku merasa keberatan dengan pembongkaran bangunan rumahnya, karena pembongkarannya mestinya di lakukan pada tanggal 2 September 2017 mendatang.

” Tapi kenapa sekarang kok malah di bongkar? Ini patut di pertanyakan ada apa? Kami dasarnya
peraturan bersama, kalau modelnya begini maka kami akan melakukan gugatan hukum.”

“ini apa-apaan kok main bongkar, padahal sesuai kesepakatan di bongkar pada tanggal 2 September 2017 mendatang, tapi kenapa sekarang kok malah di bongkar? Ini patut di pertanyakan ada apa? Kami dasarnya peraturan bersama, kalau modelnya begini maka kami akan melakukan gugatan hukum,” tandasnya.
Lebih lanjut Heri mengaku menderita kerugian kurang lebih Rp  20 jutaan.

“Kalau begini saya rugi kurang lebih Rp 20 jutaan,” jelas pria gondrong ini.

Sementara itu sejumlah petugas enggan di wawancarai karena tidak merasa punya kewajiban memberikan statement.

Terlihat penggusuran bangunan membuat suasana tegang dan membuat arus lalu lintas macet cukup lama. Ng-Awg

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

One Response

  1. Bersitegang Penggusuran di Desa Kemiri – Biar Tahu12 Agustus 2017 at 7:07 amReply

    […] By: adm1nOn: 10 Agustus 2017 […]

Tinggalkan Balasan