Dukung SABER PUNGLI sapu bersih Pungutuan liar Bagi Semua Lembaga Pemerintah

Gara-gara Tunggangi Istri Tetangga 6 Kali Tumpri Dipukul Kepalanya Hingga Tewas

Gara-gara Tunggangi Istri Tetangga 6 Kali Tumpri Dipukul Kepalanya Hingga Tewas

image

Kerinci. Surianto bin Samin (40) warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci terpaksa mendekam di sel Mapolres Kerinci sejak Selasa (12/9).

Petani tersebut diamankan anggota Polres Kerinci karena kasus penganiayaan yang menyebabkan melayangnya nyawa manusia.

Surianto memukul Tumpriadi bin Tugiono (48) dengan kayu.

Tumpriadi menurutnya adalah selingkuhan istrinya. Itulah yang membuatnya melampiaskan emosi seketika.

Dugaan perselingkuhan tersebut sudah menyebar di masyarakat.

Tewasnya Tumpriadi meninggal setelah dipukul oleh Surianto membuat hal itu kian jadi buah bibir.

Menurut warga Kayu Aro, dari keluarga korban, terutama istri mediang Tumpriadi histeris saat korban dimakamkan di pemakaman umum Desa Kampung Baru, Selasa (12/9).

“Kami tahu kejadiannya pada malam hari Surianto memergoki istrinya, katanya berduaan di rumah selingkuhan. Jadi saat itu warga ramai karena ada korban yang tergeletak sudah tidak sadar hingga dibawa puskesmas,” kata seorang warga setempat.

Tersangka Surianto ditemui di sel tahanan Mapolres Kerinci, Rabu (13/9) mengakui perbuatannya.

Dia menceritakan bahwa sudah enam kali mengetahui istrinya bersama dengan korban.

Terakhir pada Minggu (10/9) sekira pukul 21.30 WIB.

Saat itu istrinya mengaku pergi ke rumah kakaknya.

Namun saat ia mengecek, istrinya tidak berada di rumah kakaknya.

“Jadi dia sudah lama saya ikuti. Yang saya tahu ada enam kali. Istri saya juga sudah mengakuinya. Ada yang di ladang, yang banyak di rumah yang lelaki itu, saat istrinya pergi,” katanya.

“Malam itu ada acara baralek. Saya tidur di rumah, istri saya pergi. Lalu saya cari ke rumah kakakya, nggak ada. Saya masuk lorong sekolah SD itu, dia keluar dari rumah lelaki (korban) itu. Keluar berdua. Jadi saya tengok ada kayu langsung saya pukul kepalanyo,” tutur Surianto.

Ia mengaku nekat memukuli kepala korban hingga tak sadar, karena saat itu emosinya sudah tak terkendali lagi.

“Saya emosi melihat itu. Saya siap menjali hukuman ini, pasrah saja,” ungkapnya.

Kepala Desa Kampung Baru, Suyatna mengatakan saat mendapati korban tergelatak, warga tak mengetahui apa permasalahannya.

“Jadi saya, ada warga juga malam itu melihat korban sudah terkapar. Kami bantu membawa ke puskesmas. Keluarga korban juga bawa ke puskesmas hingga ke rumah sakit,” ujarnya.

Selain itu saat itu juga warga membawa tersangka Surianto ke Polsek Kayu Aro.

“Iya ada yang bawa Surianto juga ke Polsek, karena dia yang diduga memukul korban pakai kayu,” kata Kades.

Kades mengatakan sepengetahuan dia, selama ini baik korban maupun pelaku yang merupakan warga setempat tidak pernah kelihatan ribut.

Bahkan korban yang juga seorang petani biasa-biasa saja di kampung.

“Memang nyawa korban tak tertolomg lagi, padahal sudah dibawa ke rumah sakit di Padang,” tambahnya.

Dia mengatakan dari pihak keluarga korban tetap menuntut agar kasus ini diproses secara hukum.

Sedangkan Kapolres Kerinci AKBP Dwi Mulyanto membenarkan kejadian ini.

Peristiwa tersebut dilaporkan pada Selasa (12/9) pukul 04.00 WIB.

Dia mengatakan ini merupakan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan luka parahnya korban Tumpriadi oleh Sumurianto bin Samiin.

Dia menjelaskan pelaku awalnya mencurigai korban selingkuh dengan isteri pelaku yang bernama Surtini (35) seorang petani Desa Kampung Baru Kecamatan Kayu Aro Barat.

“Tempat Kejadian Perkara di Depan SDN 150/3 Desa Kampung Baru Kecamatan Kayu Aro Barat. Setelah memasuki halaman sekolah SDN 150/3 pelaku mengambil sepotong kayu dan memukul bagian kepala sebelah kiri hingga korban terjatuh dan ditolong oleh keluarga korban dan warga ke Puskesmas Kersik Tuo,” bebernya.

Kemudian oeh karena luka yang diderita korban cukup parah maka dirujuk ke RS Sitirama Padang pada Senin 11 September 2017 dan meninggal di Padang. “Kita mendatangi TKP dan mengamankan TSK dan BB,” jelasnya.

Sedangkan tersangka dijerat kasus penganiayaan Pasal 351 (1). Penganiayaan dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya dua tahun penjara. Do2k

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan