Tolak AS, Palestina Berpaling ke Prancis

Tolak AS, Palestina Berpaling ke Prancis

PARIS (HN) – Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmud Abbas siap menolak apa pun usulan perundingan damai oleh AS. Sikap Kremlin ini muncul setelah Majelis Umum (MU) PBB meloloskan resolusi menolak status Yerusalem sebagai ‘’Ibu Kota Israel” melalui pemungutan suara dengan hasil 128 negara menerima, 9 menolak, dan 35 abstain.

‘’AS telah membuktikan diri sebagai mediator yang tidak jujur dalam proses perdamaian dan kami tidak akan menerima lagi rencana apa pun darinya,” ujar Abbas dalam konferensi pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris, Jumat (22/12) waktu setempat seperti dirilis AFP.

Macron merespon dengan mengecam lagi keputusan AS soal Yerusalem, tetapi juga mengesampingkan pengakuan secara sepihak Palestina sebagai sebuah negara meski sebelumnya sempat diajukan Prancis untuk diperdebatkan. ‘’Amerika memarjinalkan diri sendiri dan saya berusaha tidak melakukan hal serupa,” ujarnya.

Ia juga mengatakan komit melakukan segala hal demi bergulirnya kembali proses perdamaian. Oleh karena itu, Macron (40) berencana mengunjungi wilayah Palestina pada 2018 serta ‘’mengintensifkan” kontak antara pemerintah Prancis dan Palestina.

Kepada Macron, Abbas mengatakan, ‘’Kami percaya Anda. Kami hormati segala upaya Anda dan kami sangat memperhitungkan upaya-upaya Anda itu.”

Usai pertemuan dengan Abbas, Macron mencuit, ‘’Palestina tidak bisa semau mereka sendiri. Kami akan bekerja sehingga ia bisa tinggal (di wilayah) dengan perbatasan yang masuk akal dan diakui sound, aman berdampingan bersama Israel, serta dengan Yerusalem sebagai ibu kota dua negara.”

Bagaimanapun, pernyataan Abbas di Paris itu terbilang berani. AS sudah menyiapkan rencana baru menghidupkan lagi perundingan Palestina-Israel yang terhenti. Namun, rencana tersebut berantakan gegara keputusan Trump pada 6 Desember. Agenda kunjungan Wakil Presiden AS Mike Pence ke Timur Tengah pekan ini dibatalkan gegara tidak hanya ditolak Palestina, tetapi juga sejumlah pemimpin dan tokoh Kristiani.

Namun, sejumlah analis di Washington meyakini AS masih satu-satunya kekuatan yang mampu menjadi mediator perdamaian di Timur Tengah. ‘’Ada masa-masa pasang dan turun atas masalah ini. Jika saya memiliki satu dolar, setiap saat orang berkata ‘Oh, segalanya usai, AS bukan broker,” kata David Makovsky, veteran proses perdamaian Palestina-Israel yang kini bernaung di Institute for Near East Policy, Washington.

Resolusi MU PBB menolak keputusan sepihak Presiden AS Donald Trump, 6 Desember, yang mengakui Yerusalem sebagai ‘’Ibu Kota Israel”. Resolusi menyatakan keputusan tersebut ‘’tidak sah secara hukum dan sia-sia” mengingat sejumlah resolusi PBB sebelumnya menyatakan status akhir Yerusalem harus dihasilkan melalui perundingan.

Sebelum voting oleh delegasi 193 negara anggota MU, Kamis (21/12), Trump dan Dubes AS di PBB Nikki Haley mengancam ‘’mencatat” negara-negara pendukung draf resolusi” yang diajukan Turki dan Yaman mewakili negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Bahkan, Trump mengultimatum siap memangkas pendanaan ke negara-negara pendukung mosi menolak Yerusalem sebagai ‘’Ibu Kota Israel”.

PERKEMBANGAN TERKAIT

-Dalam perbincangan telepon, Jumat (22/12), Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendukung hak rakyat Palestina segera membentuk sebuah negara. Menurut Kremlin, kedua pemimpin juga sepakat terus mencari solusi konflik Palestina-Israel berdasarkan norma internasional.

-Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan, dua warga Gaza berusia 24 tahun tewas ditembak saat bentrok dengan tentara Israel di perbatasan Jalur Gaza, tepatnya arah timur dari Kota Jabalia, Jumat (22/12). Maka, 11 warga Palestina tewas sejak 6 Desember kala Presiden AS Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ‘’Ibu Kota Israel”. Dari jumlah tersebut, sembilan tewas dalam bentrokan di Gaza dan Tepi Barat, serta dua akibat serangan udara Israel di Gaza. Jamz

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan