Bersihkan Nasip Sial, Sukaryono Sering Dicari

Bersihkan Nasip Sial, Sukaryono Sering Dicari

Biro DIY, Gunungkidul, Cakraonline.com Hanya dengan biaya lima belas juta rupiah untuk menghilangkan nasib sial. Demikian menurut Sukaryono pamong desa Monggol kecamatan Saptosari dalam menangani nasib sial yang menyerang anak yang kena sukerto (bebendu) seperti anak lahir ontang anting, kedono-kedini, julung pujut, sendang kapit pancutan dan lainnya.

 

Selain sebagai pamong desa Monggol, Sukaryono punya tim tersendiri untuk membersihkan nasip sial pada anak. Profesi itu telah dijalankan sejak lama sebelum jadi pamong. Juga karena punya tim tersendiri. Sehingga Sukaryono sering muncul di daerah lain karena diundang untuk membersihkan nasip sial bagi anak-anak.

 

Dikatakan bahwa orang yang bernasip sial yaitu anak kembar, julung pujut dan model lainnya. Itu memang nasib, katanya, tetapi nasib itu bisa diperbaiki dengan acara buang sial atau upacara adat ilmu tradisi kejawen.  Acara tersebut sudah diberlakukan banyak orang dan sudah lama, tetapi kadang orang tidak peduli dengan anak yang bernasib seperti tersebut.

 

“Bila nasib tidak diperbaiki yang kedepan nasibnya jelek,” ungkap karyono singkat. Dengan demikian acara orang Jawa yang sudah turun temurun ini diwarisi. Sehingga nasib anak yang kurang baik bisa diperbaiki nasibnya. Setelah buang sial dengan acara ritual itu, diharapkan anak Indonesia akan baik nasibnya.

 

Acara itu dilaksanakan dengan upacara adat Jawa, wajar ini karena kebudayaan Jawa sudah lama kadang tidak diperhatikan oleh masyarakat. Sehingga sekarang ini banyak anak anak yang kurang baik nasibnya.  Apa boleh buat, demikian ungkap bagi mereka yang tidak peduli dengan anak dan mereka biasanya tidak mengerti bahwa nasib anak seperti tersebut di atas sangat bisa diperbaiki.

 

Tiga sehat itu akan menyelimuti orang orang di Indonesia biasanya. Tapi itu semua juga tidak dimengerti oleh orang banyak yang kadang cuek terhadap nasip anaknya. Tentang kebudayaan Jawa memang perlu dipertahankan agar generasi muda baik nasipnya.

 

Acara untuk buang sial bagi anak itu perlu digelar acara tradisional Jawa. Disertai pagelaran Wayang Kulit, Ketoprak, Karawitan dan Kesenian lainnya. Sukaryono masih menggunakan biaya yang sangat murah. Sehingga belakangan ini Sukaryono sering keluar daerah beserta Tim Karawitan beserta sinden dan tokoh spiritual untuk mengadakan upacara buang sial bagi anak yang ketaman sukerto.

 

Untuk upacara buang sial itu pernah dijelaskan oleh Sukaryono bahwa biayanya mencapai sedikitnya Rp 15 juta,-. Namun pihaknya juga tidak menampik bahwa pagelaran itu biasanya sering ditambah oleh mereka yang punya hajat. Karena jauh dan dekat biasanya pengguna jasa sangat mempertimbangkan soal itu. “Bagi yang bernasip sial termasuk anak-anak mulai sekarang bisa menggelar acara buang sial. Agar kedepan nasipnya lebih baik dari sekarang,” ungkapnya. (Sab)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan