Sejarah Majalah Populer Nasional CAKRAWALA

Majalah populer nasional CAKRAWALA terbit pertama kali pada bulan April 1997 yang didirikan oleh Mochammad Ngafuan, saat itu terbit dalam format  kecil dengan memuat berbagai ilmu pengetahuan praktis dan berita-berita ringan seputar kegiatan karang taruna, hal tersebut dilakukan karena tekanan kekuasaan saat itu yang masih kuat dan  sulit untuk menerbitkan sebuah penerbitan umum. Kemudian pada tahun 1998 berubah formatnya dalam ukuran yang lebih besar, namun isi yang disajikan masih sama. Saat lengsernya Suharto dan naiknya BJ Habibi sebagai presiden maka berbagai tekanan terhadap penerbitan pers mulai dicabut dan pendirian lembaga penerbitan dipermudah syaratnya termasuk kepengurusan SIUPP maka Cakrawala mulai berani memuat berita-berita politik dan kasus.  Karena melalui berbagai pertimbangan maka format majalah Cakrawala kemudian dirubah menjadi tabloid dengan nama DELEGASI. Hal tersebut diiringi dengan euforia penerbitan pers dan terjadilah booming penerbitan media cetak.

Tabloid DELEGASI saat itu jangkauan edarnya hingga keluar pulau Jawa, yakni Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera bahkan sampai ke Hongkong. Sajian beritanya mencakup seluruh aspek kehidupan, politik, ekonomi, hukum, sosial, pembangunan dan hiburan. Namun hal tersebut hanya bertahan selama 2 tahun, karena pasar tabloid mulai meredup, masyarakat lebih menyukai penerbitan yang memiliki spesifikasi. Maka tabloid ini banting setir untuk menyesuaikan dengan selera masyarakat yang saat itu lebih menyukai tulisan berbau mistik dan  berita kasus maupun tulisan biru, sehingga formatnyapun berubah ke bentuk dan nama lama, yakni kembali bernama majalah populer nasional CAKRAWALA, waktu demi waktu terus berjalan dan isinya berangsur-angsur berubah menjadi tulisan berita umum dan meninggalkan sedikit demi sedikit tulisan gaib maupun artikel biru sampai sekarang.

Hingga saat ini pembaca majalah terbitan Jawa Tengah ini mencakup beberapa wilayah di Indonesia, meliputi Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Batam, Sumatera, Papua. Dulu sebelum Tim-tim lepas dari NKRI juga memiliki perwakilan dan reporter di sana, demikian juga dengan wilayah Aceh, Cakrawala juga beredar di daerah konflik, bahkan Cakrawala pernah memiliki wartawan handal yang berhasil menyusup ke sarang GAM dan berhasil mewancarai tokoh GAM Tengku Safii.

Sedangkan Media On line Cakrawalainterprize.com merupakan produk baru yang dibuat pada 1 tahun terakhir ini. Dalam memasuki usia yang ke 14 tahun ini majalah populer nasional CAKRAWALA berusaha membenahi diri agar semakin dicintai oleh pembacanya, hal tersebut tentunya tidak lepas dari kerja keras para staf redaksi, anggota redaksi, pimpinan maupun seluruh wartawan yang bernaung di bawah benderaMajalah Populer Nasional CAKRAWALA.